Halini sebagaimana keterangan yang ada dalam hadits tentang pengaruh yang dilakukan kedua orang tua terhadap anaknya yang menjadikan si anak beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. ta'ala sudah mengetahui dan menetapkan bahwa si hamba termasuk orang yang bahagia dengan beroleh surga atau termasuk orang yang celaka dengan masuk neraka
Diamenjawab, "Aku lebih mengetahui [tentang hal itu] daripada engkau, wahai Abu Syuraih! Sesungguhnya Mekah (dalam satu riwayat: Tanah Haram) tidak melindungi orang yang durhaka, orang yang lari karena kasus darah (membunuh), dan orang yang lari karena merusak agama." Abu Abdillah berkata, "Al-khurbah ialah merusak agama." (5/95)
QuotesTentang Orang Tua / Jangan jadi penyebab orang tua masuk neraka | Motivasi - Seorang anak tumbuh dan berakal karena didikan dan kontribusi kedua orang tua kita. August 13, 2021 Yuk cek kumpulan parenting quotes ini agar hubungan anda hal ini justru akan menjadikan orang tua sebagai sosok yang sangat diperlukan dalam perkembangan
AlHadits; 3150. ORANG YANG TERAKHIR MASUK SURGA; 3150. ORANG YANG TERAKHIR MASUK SURGA. Posted on Juni 15, 2014 by PISS-KTB. orang yang terakhir keluar dari neraka dan terkhir masuk ke syurga.dinukil dari kitab tadzkiotul qurtubi. (nasehat untuk para orang tua) ^_^ PISS-KTB has written 4222 articles
Rasulullahmenjawab: "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan, hakikat sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain." (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu) awal hadits berbunyi: "Tidak akan masuk Surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan dalam hatinya).
orangtua manapun pasti akan rela anak wanitanya dilepas dan diserahkan secara sah kepada laki-laki yg baik agama dan akhlak, betanggung jawab, punya rencana masa depan dan kelayakan ekonomi. klo perlu anda bisa bawa orang tua anda ke rumahnya, itu menunjukkan keseriusan anda. jika orang utanya juga masik menolak dan wanitanya (si A) juga tidak mau
HaditsKeenam. Dari Mughirah bin Syu'bah Ra. ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Senantiasa di kalangan umatku ada golongan yang selalu menang (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah pada suatu waktu yang dikehendaki Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mereka senantiasa menang." [HR.
Inipermasalahannya sudah surga dan juga neraka, kalau hadits iftiraqul ummah ancaman neraka bagi orang-orang yang memecahkan dirinya dari jamaahnya Rasulullah ๏ทบ, adapun di sini keutamaan bagi orang-orang yang asing, yang terus berpegang teguh dengan Islam yang dibawa oleh Nabi ๏ทบ, maka mereka bertanya. ููู
ููู ุงููุบูุฑูุจูุงุกู
EOdR. Assalamu alaikum wr. terhormat redaksi Bahtsul Masail NU Online. Kami mendengar salah seorang ustadz yang menyatakan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad SAW termasuk penghuni neraka. Bagaimana pandangan agama perihal ini? Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu alaikum wr. wb. Khalid/JakartaJawabanAssalamu alaikum wr. dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Pertama sekali, kami harus mengatakan bahwa ini merupakan masalah ikhtilaf di kalangan pendapat perihal nasib orang tua Nabi Muhammad SAW tidak hanya melibatkan satu bidang kajian keislaman. Ini merupakan masalah pelik yang melibatkan perbedaan pendapat di kalangan ahli hadits, ahli kalam, dan juga ahli tafsir. Bahkan di kalangan ahli tafsir sendiri perbedaan pendapat juga tidak bisa ulama yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW adalah penduduk neraka kelak di akhirat. Mereka menyandarkan pendapatnya pada dua hadits yang diriwayatkan di dalam kitab Jamuis Shahih Muslim sebagai riwayat Anas bin Malik RA menceritakan sebagai ุฃูุณ * ุฃู ุฑุฌูุง ูุงู ูุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุง ุฑุณูู ุงููู ุฃูู ุฃุจู ูุงู ูู ุงููุงุฑ ูุงู ุฃููู ุฑูุฌููุงู ููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููุ ุฃููููู ุฃูุจููุ ููุงูู ููู ุงูููุงุฑู. ููููู
ูุง ููููู ุฏูุนูุงูู ููููุงูู ุฅููู ุฃูุจูู ููุฃูุจูุงูู ููู ุงูููุงุฑูArtinya, "Salah seorang sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?โ Nabi Muhammad SAW menjawab, Di neraka.โ Ketika orang itu berpaling untuk pergi, Nabi Muhammad SAW memanggilnya lalu berkata, Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka,โโ HR Muslim.Sementara hadits riwayat Abu Hurairah RA yang mendukung pendapat pertama ini berbunyi sebagai ุงูููุจููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุจูุฑู ุฃูู
ููู. ููุจููููู ููุฃูุจููููู ู
ููู ุญููููููู. ููููุงูู ุงุณูุชูุฃูุฐูููุชู ุฑูุจูู ููู ุฃููู ุฃูุณูุชูุบูููุฑู ููููุง ููููู
ู ููุคูุฐููู ููู ููุงุณูุชูุฃูุฐูููุชููู ููู ุฃููู ุฃูุฒููุฑู ููุจูุฑูููุง ููุฃุฐููู ูููArtinya, "Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya. Di sana Beliau SAW menangis sehingga para sahabat di sekitarnya turut menangis. Rasulullah SAW mengatakan, Kepada Allah Aku sudah meminta izin untuk memintakan ampun bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkanku. Lalu Aku meminta kepada-Nya agar Aku diizinkan menziarahi makam ibuku, alhamdulillah Dia mengizinkanku," HR Muslim.Oleh sebagian ulama hadits, dua riwayat ini dipahami secara harfiah. Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim yang ditulisnya secara jelas memaknai hadits tersebut secara ุฑุฌูุง ูุงู ูุง ุฑุณูู ุงููู ุฃูู ุฃุจู ูุงู ูู ุงููุงุฑ ููู
ุง ููู ุฏุนุงู ููุงู ุฅู ุฃุจู ูุฃุจุงู ูู ุงููุงุฑ ููู ุฃู ู
ู ู
ุงุช ุนูู ุงูููุฑ ููู ูู ุงููุงุฑ ููุง ุชููุนู ูุฑุงุจุฉ ุงูู
ูุฑุจูู ูููู ุฃู ู
ู ู
ุงุช ูู ุงููุชุฑุฉ ุนูู ู
ุง ูุงูุช ุนููู ุงูุนุฑุจ ู
ู ุนุจุงุฏุฉ ุงูุฃูุซุงู ููู ู
ู ุฃูู ุงููุงุฑ ูููุณ ูุฐุง ู
ุคุงุฎุฐุฉ ูุจู ุจููุบ ุงูุฏุนูุฉ ูุงู ูุคูุงุก ูุงูุช ูุฏ ุจูุบุชูู
ุฏุนูุฉ ุงุจุฑุงููู
ูุบูุฑู ู
ู ุงูุฃูุจูุงุก ุตููุงุช ุงููู ุชุนุงูู ูุณูุงู
ู ุนูููู
ููููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ุฃู ุฃุจู ูุฃุจุงู ูู ุงููุงุฑ ูู ู
ู ุญุณู ุงูุนุดุฑุฉ ููุชุณููุฉ ุจุงูุงุดุชุฑุงู ูู ุงูู
ุตูุจุฉ ูู
ุนูู ูููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ููู ููู ููุงู ู
ูุตุฑูุง Artinya, โPengertian hadits Seorang lelaki bertanya, Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?โ dan seterusnya, menunjukkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan kufur bertempat di neraka. Kedekatan kerabat muslim tidak akan memberikan manfaat bagi mereka yang mati dalam keadaan kafir. Hadits ini juga menunjukkan bahwa mereka yang meninggal dunia di masa fatrah masa kosong kehadiran rasul dalam keadaan musyrik yakni menyembah berhala sebagaimana kondisi masyarakat Arab ketika itu, tergolong ahli neraka. Kondisi fatrah ini bukan berarti dakwah belum sampai kepada mereka. Karena sungguh dakwah Nabi Ibrahim AS, dan para nabi lainnya telah sampai kepada mereka. Sedangkan ungkapan Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam nerakaโ merupakan ungkapan solidaritas dan empati Rasulullah SAW yang sama-sama terkena musibah seperti yang dialami sahabatnya perihal nasib orang tua keduanya. Ungkapan Rasulullah SAW Ketika orang itu berpaling untuk pergiโ bermakna beranjak meninggalkan Rasulullah SAW.โ Lihat Imam An-Nawawi, Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, Dar Ihyait Turats Al-Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1392 H. Sementara ulama lain menilai hadits ini telah dimansukh direvisi oleh riwayat Sayidatina Aisyah RA. Dengan demikian kedua orang tua Rasulullah SAW terbebas sebagai penghuni neraka seperti keterangan hadits yang telah dimansukh seperti keterangan Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam karyanya Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil ุฃุจู ุจูุฑ ุจู ุฃุจู ุดูุจุฉ ูุฒููุฑ ุจู ุญุฑุจ ูุงูุง ุญุฏุซูุง ู
ุญู
ุฏ ุจู ุนุจูุฏ ุนู ูุฒูุฏ ุจู ููุณุงู ุนู ุฃุจู ุญุงุฒู
ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ูุงู ุฒุงุฑ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ูุจุฑ ุฃู
ู ุงูุญุฏูุซ ูุงู ุงููููู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ูุฌุฏ ูู ุฑูุงูุฉ ุฃุจู ุงูุนูุงุก ุจู ู
ุงูุงู ูุฃูู ุงูู
ุบุฑุจ ููู
ููุฌุฏ ูู ุฑูุงูุงุช ุจูุงุฏูุง ู
ู ุฌูุฉ ุนุจุฏ ุงูุบุงูุฑ ุงููุงุฑุณู ููููู ููุฌุฏ ูู ุฃูุซุฑ ุงูุฃุตูู ูู ุขุฎุฑ ูุชุงุจ ุงูุฌูุงุฆุฒ ููุถุจุจ ุนููู ูุฑุจู
ุง ูุชุจ ูู ุงูุญุงุดูุฉ ูุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงููุณุงุฆู ูุงุจู ู
ุงุฌุฉ ููุช ูุฏ ุฐูุฑ ุจู ุดุงููู ูู ูุชุงุจ ุงููุงุณุฎ ูุงูู
ูุณูุฎ ุฃู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ููุญูู ู
ูุณูุฎ ุจุญุฏูุซ ุฅุญูุงุฆูุง ุญุชู ุขู
ูุช ุจู ูุฑุฏูุง ุงููู ูุฐูู ูู ุญุฌุฉ ุงููุฏุงุน ููู ูู ุงูู
ุณุฃูุฉ ุณุจุน ู
ุคููุงุชArtinya, โDari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya dan seterusnya. Menurut Imam An-Nawawi, Hadits ini terdapat pada riwayat Abul Ala bin Mahan penduduk Maghrib, tetapi tidak terdapat pada riwayat orang-orang desa kami dari riwayat Abdul Ghafir Al-Farisi. Namun demikian hadits ini terdapat di kebanyakan ushul pada akhir Bab Jenazah dan disimpan. Tetapi terkadang ditulis di dalam catatan tambahan. Hadits ini diiwayatkan Abu Dawud, An-Nasaโi, dan Ibnu Majah.โ Hemat saya jelas, Ibnu Syahin menyebutkan di dalam kitab Nasikh dan Mansukh bahwa hadits ini dan hadits yang semakna dengannya telah dimansukh oleh hadits yang menerangkan bahwa Allah menghidupkan kembali ibu Rasulullah sehingga ia beriman kepada anaknya, lalu Allah mewafatkannya kembali. Ini terjadi pada Haji Wadaโ. Perihal masalah ini saya telah menulis tujuh kitab,โ Lihat Abdurrahman bin Abu Bakar, Abul Fadhl, Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj.Kedua, ulama yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah terbebesa dari siksa neraka karena menurut mereka, kedua orang tua Rasulullah terbilang ahli fatrah. Kalangan Asy-ari menempatkan ahli fatrah sebagai kalangan yang terbebas dari tuntutan tauhid karena tidak ada rasul yang membimbing menurut kalangan Muktazilah dan sebagian ulama Maturidiyah, orang-orang ahli fatrah yang wafat dalam keadaan musyrik termasuk penghuni neraka. Karena bagi mereka, manusia tanpa diutus seorang rasul sekalipun semestinya memilih tauhid melalui daya akal yang dianugerahkan Allah kepadanya. Berikut ini perbedaan pendapat yang bisa kami ูู ููุชูู ุจุฏุนูุฉ ุฃู ุฑุณูู ูุงู ููู ุขุฏู
ุฃู ูุง ุจุฏ ู
ู ุฏุนูุฉ ุงูุฑุณูู ุงูุฐู ุฃุฑุณู ุฅูู ูุฐุง ุงูุดุฎุต. ูุงูุตุญูุญ ุงูุซุงูู. ูุนููู ูุฃูู ุงููุชุฑุฉ ูุงุฌูู ูุฅู ุบูุฑูุง ู ุจุฏููุง ูุนุจุฏูุง ุงูุฃูุซุงู. ูุฅุฐุง ุนูู
ุช ุฃู ุฃูู ุงููุชุฑุฉ ูุงุฌูู ุนูู
ุช ุฃู ุฃุจููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุงุฌูุงู ูููููู
ุง ู
ู ุฃูู ุงููุชุฑุฉ ุจู ูู
ุง ู
ู ุฃูู ุงูุฅุณูุงู
ูู
ุง ุฑูู ุฃู ุงููู ุชุนุงูู ุฃุญูุงูู
ุง ุจุนุฏ ุจุนุซุฉ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุขู
ูุง ุจู... ููุนู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุตุญ ุนูุฏ ุจุนุถ ุฃูู ุงูุญูููุฉ... ููุฏ ุฃูู ุงูุฌูุงู ุงูุณููุทู ู
ุคููุงุช ููู
ุง ูุชุนูู ุจูุฌุงุชูู
ุง ูุฌุฒุงู ุงููู โUlama berbeda pendapat perihal ahli fatrah. Apakah kehadiran rasul yang mana saja sekalipun Nabi Adam AS yang jauh sekali dianggap cukup bahwa dakwah telah sampai bagi masyarakat musyrik Mekkah atau mengharuskan rasul secara khusus yang berdakwah kepada kaum tertentu? Menurut kami, yang shahih adalah pendapat kedua. Atas dasar itu, ahli fatrah selamat dari siksa neraka meskipun mereka mengubah dan mengganti keyakinan mereka, lalu menyembah berhala. Kalau ahli fatrah itu terbebas dari siksa neraka, tentu kita yakin bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari neraka karena keduanya termasuk ahli fatrah. Bahkan keduanya termasuk pemeluk Islam berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah menghidupkan keduanya setelah Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai rasul sehingga keduanya berkesempatan mengucapkan dua kalimat syahadat. Riwayat hadits ini shahih menurut sebagian ahli hakikat. Syekh Jalaluddin As-Suyuthi menulis sejumlah kitab terkait keselamatan kedua orang tua Rasulullah SAW di akhirat. Semoga Allah membalas kebaikan Syekh Jalaluddin atas karyanya,โ Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Al-Baijuri ala Matnis Sanusiyyah, Dar Ihyaโil Kutub Al-Arabiyyah, Indonesia, Halaman 14.Pandangan Asy-ariyah seperti Syekh Al-Baijuri ini kemudian dikutip oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam karyanya Nuruz Zhalam Syarah Aqidatil Awam sebagai ุงูุจุงุฌูุฑู ูุงูุญู ุงูุฐู ูููู ุงููู ุนููู ุฃู ุฃุจููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุงุฌูุงู ุนูู ุฃูู ููู ุฃูู ุชุนุงูู ุฃุญูุงูู
ุง ุญุชู ุขู
ูุง ุจู ุซู
ุฃู
ุงุชูู
ุง ูุญุฏูุซ ูุฑุฏ ูู ุฐูู ููู ู
ุง ุฑูู ุนู ุนุฑูุฉ ุนู ุนุงุฆุดุฉ ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุณุฃู ุฑุจู ุฃู ูุญูู ูู ุฃุจููู ูุฃุญูุงูู
ุง ูุขู
ูุง ุจู ุซู
ุฃู
ุงุชูู
ุง. ูุงู ุงูุณูููู ูุงููู ูุงุฏุฑ ุนูู ูู ุดูุก ูู ุฃู ูุฎุต ูุจูู ุจู
ุง ุดุงุก ู
ู ูุถูู ูููุนู
ุนููู ุจู
ุง ุดุงุก ู
ู โSyekh Ibrahim Al-Baijuri mengatakan, Yang benar adalah bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT menghidupkan kembali kedua orang tua Rasulullah SAW sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. Sebuah riwayat hadits dari Urwah dari Sayidatina Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasululah SAW memohon kepada Allah SWT untuk menghidupkan kedua orang tuanya sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. As-Suhaili berkata bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu, termasuk mengistimewakan karunia-Nya dan melimpahkan nikmat-Nya kepada kekasih-Nya Rasulullah SAW sesuai kehendak-Nya,โ Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Syarah Nuruzh Zhalam ala Aqidatil Awam, Karya Toha Putra, Semarang, Tanpa Tahun, Halaman 27.Pandangan Asy-ariyah ini didukung oleh Surat Al-Isra ayat 15. Menurut mereka, kedua orang tua Rasulullah SAW terbilang ahli fatrah. Ahli fatrah terbebas dari hokum sebagaimana keterangan Surat Al-Isra ayat 15. Berikut ini kami kutip Tafsir As-Saโdi perihal Surat Al-Isra ayat ุงููุชูุฏูู ููุฅููููู
ูุง ููููุชูุฏูู ููููููุณููู ููู
ููู ุถูููู ููุฅููููู
ูุง ููุถูููู ุนูููููููุง ูููุง ุชูุฒูุฑู ููุงุฒูุฑูุฉู ููุฒูุฑู ุฃูุฎูุฑูู ููู
ูุง ูููููุง ู
ูุนูุฐููุจูููู ุญูุชููู ููุจูุนูุซู ุฑูุณูููุง . ุฃู ูุฏุงูุฉ ูู ุฃุญุฏ ูุถูุงูู ูููุณู ูุง ูุญู
ู ุฃุญุฏ ุฐูุจ ุฃุญุฏุ ููุง ูุฏูุน ุนูู ู
ุซูุงู ุฐุฑุฉ ู
ู ุงูุดุฑุ ูุงููู ุชุนุงูู ุฃุนุฏู ุงูุนุงุฏููู ูุง ูุนุฐุจ ุฃุญุฏุง ุญุชู ุชููู
ุนููู ุงูุญุฌุฉ ุจุงูุฑุณุงูุฉ ุซู
ูุนุงูุฏ ุงูุญุฌุฉ. ูุฃู
ุง ู
ู ุงููุงุฏ ููุญุฌุฉ ุฃู ูู
ุชุจูุบู ุญุฌุฉ ุงููู ุชุนุงูู ูุฅู ุงููู ุชุนุงูู ูุง ูุนุฐุจู. ูุงุณุชุฏู ุจูุฐู ุงูุขูุฉ ุนูู ุฃู ุฃูู ุงููุชุฑุงุช ูุฃุทูุงู ุงูู
ุดุฑูููุ ูุง ูุนุฐุจูู
ุงููู ุญุชู ูุจุนุซ ุฅูููู
ุฑุณููุง ูุฃูู ู
ูุฒู ุนู โโSiapa saja yang menerima petunjuk, sungguh ia menunjuki dirinya sendiri. Tetapi siapa yang tersesat, maka sunguh ia menyesatkan dirinya sendiri. Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain. Kami juga takkan menyiksa hingga Kami mengutus seorang rasul,โ Surat Al-Isra Ayat 15. Maksudnya, petunjuk seseorang dan kesesatan untuk dirinya sendiri. Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain. Seseorangpun tidak akan bisa menghapus dosa orang lain meski sekecil zarrah. Allah adalah seadil-adilnya hakim. Ia takkan menyiksa seorang pun hingga Dia menegakkan hujjah kerasulan, kemudian yang bersangkutan mengingkarinya. Sedangkan orang yang tunduk pada hujjah kerasulan atau hujjah Allah itu belum sampai kepadanya, maka Allah takkan menyiksanya. Ayat ini menjadi dalil bahwa ahli fatrah dan anak-anak orang musyrik takkan disiksa oleh Allah hingga Ia mengutus seorang rasul-Nya. Karena Allah mahasuci untuk berlaku aniaya,โ Lihat Abdurrahman bin Nashir As-Saโdi, Taysirul Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan, Beirut, Muassasatur Risalah, 2002 M/1423 H, halaman 455.Dari pelbagai keterangan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa ulama berbeda pendapat perihal ini. Hanya saja untuk warga NU yang mengakui pandangan Asy-ari dan Maturidi, kami menyarankan untuk mengikuti pandangan guru kita yang terdekat, yaitu Syekh Ibrahim Al-Baijuri dan Syekh M Nawawi Banten. Di samping mendalami fikih, keduanya juga memiliki otoritas untk berbicara masalah kalam melalui karya-karya keduanya di bidang kalam. Pendapat kedua dipilih untuk menjaga adab kita terhadap Rasulullah SAW. Wallahu aโlam bis kami jangan sampai perbedaan pendapat dalam masalah ini menyebabkan kita sesama orang awam saling menyalahkan satu sama lain atau bahkan meremehkan ulama besar yang berbeda pendapat dengan kita. Kalau ulama berbeda pendapat, biarkan saja. Itu urusan para ulama. Kita sebagai orang awam baiknya mengambil diam jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para muwaffiq ila aqwamith thariqWassalamu โalaikum wr. wb.Alhafiz Kurniawan
Bagi seorang mukmin, berprasangka baik husnudh dhann kepada Allah amatlah besar faedahnya, bahkan mampu menyelamatkan dirinya dari siksa api neraka. Contohnya seperti yang dikisahkan dalam salah satu hadits sahih. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan mauqรปf sampai Ibnu Abbas. Ibnu Katsir berkomentar bahwa sanadnya sahih lihat Tafsรฎr Ibn Katsรฎr, jilid 6, hal. 97, Surat al-Furqan, ayat 12; al-Nihรขyah fรฎ al-Fitan wa al-Malรขhim, hal. 221. Meski statusnya mauqรปf sampai Ibnu Abbas, tetapi dihukumi marfรป. Sebab Ibnu Abbas tidak mungkin menyampaikannya berdasarkan akal dan logika nalar semata. Ia menuturkan ุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ููููุฌูุฑูู ุฅูููู ุงููููุงุฑูุ ููุชูููุฒูููู ููููููููุจูุถู ุจูุนูุถูููุง ุฅูููู ุจูุนูุถูุ ููููููููู ููููุง ุงูุฑููุญูู
ููู ู
ูุง ููููุ ููุชูููููู ุฅูููููู ููููุณูุชูุฌููุฑู ู
ููููู ููููููููู ุฃูุฑูุณููููุง ุนูุจูุฏูู ููุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ููููุฌูุฑูู ุฅูููู ุงููููุงุฑูุ ููููููููู ููุง ุฑูุจูู ู
ูุง ููุงูู ููุฐูุง ุงูุธููููู ุจููู ููููููููู ููู
ูุง ููุงูู ุธููููููุ ููููููููู ุฃููู ุชูุณูุนููููู ุฑูุญูู
ูุชููู ููุงูู ููููููููู ุฃูุฑูุณููููุง ุนูุจูุฏูู ููุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ููููุฌูุฑูู ุฅูููู ุงููููุงุฑู ููุชูุดููููู ุฅููููููู ุงููููุงุฑู ุดูููููู ุงููุจูุบูููุฉู ุฅูููู ุงูุดููุนููุฑู, ููุชูุฒูููุฑู ุฒูููุฑูุฉู ููุง ููุจูููู ุฃุญูุฏู ุฅููููุง ุฎูุงูู Artinya โAda seorang laki-laki yang diseret ke dalam neraka. Namun, nereka malah menjauhkan diri dan bagian-bagiannya menciut satu sama lain. Allah Yang Maha-Rahman bertanya kepada neraka, Apa yang terjadi padamu?โ Nereka menjawab, Laki-laki itu selalu memohon perlindungan pada-Mu agar selamat dariku.โ Kemudian, Allah berfirman kepada para malaikat, Bebaskanlah hamba-Ku itu.โ Selanjutnya, ada lagi laki-laki yang tengah diseret ke neraka. Saat diseret, dia berkata, Ya Tuhanku, bukankah ini prasangka baik pada-Mu.โ Allah lalu bertanya, Apa prasangka baikmu?โ Dia menjawab, Rahmat-Mu akan meliputiku.โ Maka Allah kembali berfirman kepada para malaikat, Bebaskanlah hamba-Ku.โ Terakhir, ada lagi laki-laki yang diseret ke dalam neraka, tapi nereka malah berteriak melengking kepadanya tak beda dengan seperti tarikan bigal saat melihat gandum, lalu meringkik dengan keras tatkala semua orang di sana ketakutan.โ Hadits di atas mengabarkan kepada kita tentang keadaan tiga orang laki-laki yang diseret ke dalam neraka pada hari Kiamat. Namun, yang dua orang berhasil selamat. Yang pertama selamat karena selalu memohon perlindungan kepada Allah. Yang kedua selamat karena prasangka baiknya kepada Allah. Dan yang ketiga celaka karena dibinasakan oleh dosa dan kemaksiatannya sendiri. Saat laki-laki pertama diseret, neraka justru menjauhkan diri dan menciut. Maka Allah bertanya kepada neraka mengapa ia menjauhkan diri dan menciut dari laki-laki itu. Tentu, Allah maha tahu tentang alasannya. Maka neraka menjawab, โKarena dia senantiasa memohon perlindungan pada-Mu dariku.โ Melihat keadaan itu, Allah berfirman kepada para malaikat, โBebaskan saja hamba-Ku itu.โ Akhirnya laki-laki yang pertama selamat dari neraka. Kemudian laki-laki yang kedua saat diseret para malaikat ke dalam neraka, berdoa, โYa Tuhanku, bukankah ini prasangka baik pada-Mu?โ Maka Allah menjawab, โApa prasangkia baikmu?โ Si laki-laki menjawab, โRahmat-Mu akan meliputiku.โ Mendengar demikian, Allah berfirman lagi kepada para malaikat, โLepaskanlah hamba-Ku.โ Sungguh hamba itu telah ditunjukkan kepada jawaban yang baik. Sehingga berkat jawaban dan prasangka baiknya kepada Allah, dia diselamatkan dan selamat dari neraka. Sementara pada saat diseret malaikat, laki-laki yang ketiga tidak melakukan seperti yang dilakukan dua orang laki-laki lainnya. Begitu melihat laki-laki itu didekatkan kepadanya, neraka malah melengking dan meringkik tak ubahnya teriakan seekor keledai saat melihat pakan, sampai-sampai teriakan dan ringkikannya nyaris mencopotkan jantung siapa pun yang mendengarnya. Kondisi itu seperti yang telah dibenarkan dalam Al-Qur'an "Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya," QS al-Furqan [25] 12. Baca juga Dari kisah hadits di atas, dapat ditarik beberapa beberapa pesan dan perlajaran. Pertama, orang-orang mukmin yang bermaksiat akan dijebloskan ke dalam neraka. Namun, sebagian dari mereka ada yang selamat dan tidak jadi dimasukkan ke dalamnya. Contohnya seperti kedua laki-laki yang dikisahkan di atas. Kedua, memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah sangat berguna di dunia dan di akhirat. Allah akan melindungi dan menjaga orang yang senantiasa memohon perlindungan-Nya. Ketiga, berbaik sangka kepada Allah termasuk perkara yang akan menyelamatkan seorang hamba dari kesengsaraan dan kebinasaan, terutama pada saat-saat yang genting ketika ia tak lagi punya pilihan kecuali berbaik sangka pada-Nya, seperti pada saat kematian dan hari Kiamat. Keempat, nash hadits di atas mengindikasikan bahwa neraka senantiasa melihat dan memperhatikan sedari jauh para penghuni yang datang kepadanya. Neraka juga memiliki lisan untuk bicara. Bahkan, neraka juga bisa geram dan sangat menantikan para penghuninya. Dalam Sunan al-Tirmidzi dengan sanad sahih dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, โPada hari Kiamat leher neraka akan keluar. Ia memiliki dua mata yang bisa melihat, dua telinga yang bisa mendengar, dan lisan yang bisa bicara. Lisan itu berkata, 'Aku dipercaya menghadapi tiga golongan penguasa semena-mena dan menentang, orang yang berdoa bersama tuhan lain muyrik, dan orang yang suka menggambar patung',โ HR al-Tirmidzi. Naudzu billah. Marilah kita berlindung kepada Allah dari siksa neraka yang amat pedih. Wallahu aโlam. Ustadz M. Tatam Wijaya, Alumni PP Raudhatul Hafizhiyyah Sukaraja-Sukabumi, Pengasuh Majelis Taklim โSyubbanul Muttaqinโ Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.
Masuk surga, tentu menjadi impian kita, bukan? Ya, kita ketahui bahwasanya surga merupakan tempat yang paling indah sepanjang masa. Tak ada yang bisa menandingi keindahannya. Bahkan, dunia pun tidak ada apa-apanya dibandingkan saja, masuk ke dalam surga itu tidaklah mudah. Kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap selalu berada dalam jalan kebenaran. Al-Quran dan sunnah-lah penuntun jalan Anda, ternyata orang yang sudah berada di jalan kebenaran pun, bisa jadi tidak bisa masuk surga. Seperti halnya yang dirasakan oleh beberapa orangtua. Dimana mereka yang awalnya masuk surga, tidak jadi karena anaknya. Memang, apa ya sebabnya?Orangtua yang shaleh dan telah divonis akan masuk ke dalam surga bisa batal memasukinya dan justru terjerumus ke dalam neraka adalah orangtua yang melihat anaknya berbuat maksiat namun ia tidak melarang perbuatan tersebut.โTelah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata, Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini!โ Sang ayah berkata, Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?โ Sang anak berkata, Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangkuโ,โ Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Syaโban 1420 H.Di dalam Al-Quran, Allah Taโala telah berfirman, โHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,โ QS. At-Tahriim 66.Mengenai tafsir dari ayat di atas, Qatadah berkata, โPerintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!โ Ibnu Jarir juga berkata, โKita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!โ Sedangkan Ibnu Umar berkata, โDidiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.โDari tafsir yang sudah dijelaskan oleh para mufassir di atas, jelaslah bahwa Allah Taโala memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka. Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang dilakukannya. Hal tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat senada juga dapat difahami dari hadis shahih yang berbunyi, โSeorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,โ HR. Bukhari dan Muslim.Dari hadis di atas mengisyaratkan bahwa apabila ada orangtua yang mendidik anaknya dengan tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya di dunia tersebut saat hari kiamat kelak.